• Welcome to PETROLAB Services
  • Working Hours : Mon - Fri : 8:00 - 17:00

Secercah Harapan dari CPO si Penghasil Minyak Nabati yang Mendunia

palm oil

Crude Palm Oil atau yang biasa dikenal CPO sudah tidak asing lagi namanya di dunia kelapa sawit. CPO merupakan komoditas yang tetap potensial dan akan selalu dibutuhkan untuk konsumsi masyarakat dunia.
Indonesia merupakan salah satu negara produsen CPO terbesar di dunia. Pengembangan lahan 13-juta hektar sudah disiapkan dan turunan kelapa sawit sudah di aplikasikan sebagai salah satu sumber energi terbarukan yakni biodiesel yang merupakan sumber energi masa depan.

Berikut adalah beberapa keunggulan lain dari CPO :

  1. Produktivitas tinggi, yaitu 3.74 ton/ha/tahun dibandingkan dengan minyak nabati lainnya yaitu minyak kedele yang 0.38 ton/ha/thn atau minyak bunga matahari yang 0.48 ton/ha/thn.
  2. CODEX Alimentarius Commission (http://www.codexalimentarius.org/) telah menerbitkan Standart for Named Vegetables Oil dimana minyak sawit mendominasi hampir 52% sebagai minyak nabati yang teraman.
  3. CPO memiliki potensi aplikasi yang sangat luas. Ada 163 produk yang dihasilkan oleh CPO dan turunannya. 82% memiliki kegunaan terhadap pangan.
  4. Minyak sawit memiliki dua fraksi utama : fraksi cair (olein) dan fraksi padat (stearin). Olein digunakan sebagai bahan dasar minyak goreng atau pun campuran minyak kacang tanah. Sedangkan Stearin digunakan sebagai bahan pembuat mentega / margarin karena sifatnya yang padat pada suhu ruang. Di Eropa stearin digunakan secara umum sebagai bahan pembuat butter ataupun campuran keju dan pembuatan coklat.
  5. Minyak sawit merupakan sumber vitamin E spesial yang bermanfaat sebagai antioksidan, anti penuan dini, kesehatan kulit, kesuburan reproduksi, mencegah aterosklerosis, anti kanker dan meningkatkan imunitas.

Peran CPO dalam ekspor nasional juga sangat besar. Indonesia tidak bisa menutup mata terhadap besarnya potensi industri sawit sebagai motor perekonomian nasional. Sawit memiliki daya saing yang sangat mumpuni dibandingkan minyak nabati lain. Pemerintah terus berusaha mengegolkan CPO ke dalam golongan produk penopang pembangunan berkelanjutan, pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan.

Semakin banyak produk turunan CPO yang dihasilkan, semakin besar pula nilai tambahnya bagi perekonomian nasional. Semoga!

Sumber : dari berbagai sumber
Leela | Marketing Manager | leela@petrolab.co.id