• Welcome to PETROLAB Services
  • Working Hours : Mon - Fri : 8:00 - 17:00

Intepretasi Data Metal Additive

data

Parameter elemental analysis ASTM D 5185 yang menggunakan alat ICP, selain mendeteksi wear metal dan kontaminan juga dapat untuk mendeteksi metal additive pada pelumas. Additive adalah chemical yang ditambahkan ke dalam base oil untuk memperbaiki dan meningkatkan performa sifat-sifat base oil. Setiap jenis pelumas memiliki komposisi additive berbeda-beda sesuai dengan aplikasi dan kebutuhannya.

Sebagai contoh, dapat dilihat pada Table.1 di bawah, engine oil umumnya memiliki additive detergent/dispersant yang tidak dimiliki turbine oil atau hydraulic oil, sehingga akan mengandung element Ca dan Mg jauh lebih tinggi. Hal yang sama juga berlaku misal untuk gear oil, umumnya akan memiliki metal additive fosfor/phosphorus (P) dibanding jenis pelumas lain yang tidak terdapat extreme pressure (EP) additive pada komposisi formulanya. Dengan mengetahui jenis aditif yang umum digunakan pada tiap tipe pelumas, akan membantu dalam melakukan analisa metal additive hasil oil analysis.

Pemantauan nilai metal additive pada hasil  oil analysis sedikit berbeda dibandingkan dengan wear metal atau kontaminan yang umumnya terdapat condemning limit dari OEM atau general limit dalam evaluasi nilainya. Evaluasi nilai metal additive dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilainya dengan nilai dari sample new oil/fresh oil atau melihat trend data dari sample-sample sebelumnya. Perubahan signifikan pada metal additive menunjukkan kemungkinan adanya kontaminasi dari jenis pelumas lain, penurunan additive atau kesalahan identitas oil sample.

Author : Gilar H Putra (Technical Support Petrolab Services)

Open chat
Hello..

Nama : ?
Perusahaan : ?
Kota : ?

Apa yang dapat PETROLAB penuhi akan kebutuhan Bapak/Ibu ?