• Welcome to PETROLAB Services
  • Working Hours : Mon - Fri : 8:00 - 17:00

Category Archives: Uncategorized

oil analysis

Silicon pada Oil Analysis

Kenaikan Silicon (Si) pada hasil Oil Analysis, umumnya diindikasikan dengan adanya kontaminasi debu. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk semua kondisi, Silicon bisa saja berasal dari sumber lain baik itu dari eksternal atau dari internal machine atau unit itu sendiri. Selain itu juga, Silicon bisa terdapat pada oil baru (fresh oil) sebagai antifoam additive, jumlahnya sekitar 10 ppm.

Kemungkinan sumber kontaminasi Silicon dari internal machine atau unit :

  • Silicone sealant
  • Silica dari mechanical seals
  • Fibers dari fiberglass-type filter element
  • Silica gel dari desiccating breathers
  • Silicon-based grease
  • Komponen yang menggunakan campuran silicon carbide untuk meningkatkan hardness atau thermal expansion.

Kontaminasi Si yang berasal dari silicone sealant biasanya ditandai dengan Si terbaca tinggi tapi tidak dibarengi dengan kenaikan unsur atau metal lain (Gambar 1). Silicon juga biasa terdeteksi pada komponen machine atau unit baru, yang mana proses pembuatan komponen umum menggunakan metode sand molded casting.

contoh silicon tinggi

Hasil Si yang tinggi dapat disimpulkan berasal dari debu jika kenaikannya diikuti dengan kenaikan Aluminium (Al), dengan rasio nilainya 3.4:1 (Si:Al). Rasio tersebut adalah hasil rata-rata, bisa saja perbandingan Si:Al untuk debu berbeda-beda di tiap tempat machine atau unit itu beroperasi. Pada dasarnya debu itu berasal dari batuan dan unsur penyusun utamanya adalah Si dan Al (Gambar 2). Jika dalam machine atau unit terdapat komponen yang terbuat dari Aluminium, maka ketika Si dan Al terbaca tinggi, Al disini mungkin bisa juga tidak semua berasal dari debu tetapi sebagian dari keausan komponen

perbandingan silicon dan alumunium
contoh kontaminasi debu

Sumber :

  • KOWA (Komatsu Oil and Wear Analysis)
  • www.machinerylubrication.com
lube mapping

Strategi Terbaik Untuk Lube Mapping

“Data apa saja yang kita perlukan ketika melakukan Pemetaan Pelumasan (Lube Mapping) ? Bagaimana metodologi dan strategi terbaik untuk Lube Mapping ?”

Pemetaan Pelumasan (Lube Mapping) menjadi semakin lazim saat organisasi mulai bertransformasi dari pola perawatan konvensional menuju sistem perawatan dengan basis prosedur. Ini adalah langkah terbaik untuk memastikan semua area yang harus mendapatkan pelumasan, terjaga dengan baik, sekaligus juga meminimalisasi kemungkinan terjadinya kontaminasi silang antar pelumas. Lube Mapping tidak hanya akan membantu pekerja atau teknisi baru dalam mengidentifikasi semua titik pelumasan (lube points) pada peralatan, namun juga memastikan teknisi senior yang berpengalaman pun juga menganalisa titik pelumasan yang sama dengan baik.

Saat memulai pekerjaan Lube Mapping, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan tinjauan (audit) secara mendalam tentang pelumasan pada semua peralatan di fasilitas Anda. Peralatan yang mendapat benefit besar dari kegiatan mapping ini adalah peralatan atau mesin dengan tingkat kompleksitas dan criticality tinggi, yang berarti memiliki titik pelumasan yang cukup banyak. Setelah melalui proses produksi, konstruksi dan instalasi, beberapa titik pelumasan pada peralatan tersebut akan cukup sulit untuk dijangkau. Sehingga proses audit ini menjadi suatu keharusan.

Salah satu data yang penting adalah rekomendasi pelumas dari manufaktur atau OEM. Lakukan review pada rekomendasi yang diberikan oleh manufaktur dan bandingkan dengan pelumas yang digunakan pada fasilitas Anda. Hal ini akan membantu untuk mengkonfirmasi apakah pelumas yang kita gunakan sudah memenuhi spesifikasi peralatan. Contoh kasus ketika menggunakan pelumas sintetis, apakah kompatibel dengan material seal dan sebagainya.

Hal yang tak kalah penting adalah data ukuran bearing, kecepatan mesin, termasuk juga volume pelumas. Data ini bisa dikalkulasi atau bisa kita temukan pada buku manual perawatan dari pihak manufaktur. Selain volume pelumas, Anda juga perlu mengetahui berapa lama frekuensi atau jadwal pelumasan. Ketika menghitung frekuensi ini, pertimbangkan lingkungan pada lokasi peralatan beroperasi. Sebagai contoh, semakin tinggi temperatur lingkungan kerja di sekitar peralatan maka akan semakin sering grease diterapkan.

lube mapping

Lebih lanjut soal Lube Mapping, Anda dapat menggunakan foto atau gambar peralatan. Pada tiap-tiap lokasi titik pelumasan (lube points), Anda bisa memasang gambar atau foto peralatan dilengkapi dengan keterangan volume, frekuensi dan jenis pelumas yang digunakan. Adalah hal yang umum jika foto tersebut dilaminasi dan diletakkan dekat dengan peralatan, sehingga teknisi bisa mengaksesnya secara visual. Hal ini akan sangat membantu teknisi untuk memastikan bahwa mereka telah menyelesaikan pekerjaan pada semua titik pelumasan.

Lube Mapping adalah proses yang membutuhkan waktu, fokus dan usaha yang besar diawal pekerjaan. Setelah mapping selesai, perlu dilakukan evaluasi dan review secara berkala, termasuk pembaharuan ketika ada penggantian jenis pelumas atau modifikasi pada peralatan. Yang perlu diingat adalah tujuan dari mapping ini adalah untuk memudahkan pekerjaan teknisi atau operator di lapangan. Diperlukan ketelitian dalam melaksanakan audit dan mapping. Semakin detail audit yang Anda lakukan, akan semakin baik hasilnya untuk teknisi dan peralatan Anda.

Sumber : www.machinerylubrication.com

gearbox

Air Bukan Sahabat Gearbox

[Bagian 1] Air adalah kontaminan paling merusak kedua dan sering diabaikan sebagai akar penyebab utama kegagalan gearbox. Bagian logam di dalam gearbox akan selalu rentan terhadap karat dan varnish saat ada air. Ketika ada sedikit panas, udara dan air bersama-sama, akan terjadi oksidasi, bilangan asam akan naik dan karat akan mulai terbentuk, menyebabkan banyak masalah lain. Saat aditif dalam oli mulai bekerja secara berlebihan untuk memerangi kontaminasi air, aditif tersebut dikonsumsi dan pada akhirnya habis. Polaritas aditif didefinisikan sebagai gaya tarik alami molekul aditif ke bahan polar lain yang bersentuhan dengan minyak. Bahan polar ini termasuk air, spons, kaca, kotoran, permukaan logam dan pulp kayu. Akibatnya, aditif menumpang pada partikel atau tetesan air. Seiring waktu, oli kehilangan kemampuannya untuk melindungi permukaan logam, terjadi perubahan viskositas dan akhirnya kegagalan akan terjadi.

Mari kita bicara tentang tiga keadaan, atau fase, kontaminasi air yang berbeda, yang mungkin terlihat di dalam reservoir oli gear-box. Fase tersebut adalah air terlarut, air bebas (free water) dan air emulsi. Penting untuk mengetahui berbagai keadaan kontaminasi air dan seperti apa bentuknya untuk tidak hanya menentukan seberapa buruk suatu masalah, tetapi juga untuk mengidentifikasi tindakan apa yang perlu diambil untuk memperbaikinya. Ketika berbicara tentang reservoir gearbox, ketiga kondisi air dapat menyebabkan kerusakan serius. Air bebas dan air emulsi secara khusus adalah keadaan yang paling berbahaya dalam sistem pelumasan apa pun.

gearbox

Air Terlarut (Dissolved Water)
Air yang larut seperti kelembaban di udara. Air atau uap air ada tetapi tersebar di seluruh oli, molekul demi molekul, sehingga hampir tidak mungkin untuk dideteksi dengan mata manusia. Anda dapat memiliki konsentrasi air terlarut yang tinggi tanpa dapat melihatnya dengan mata telanjang. Dengan konsentrasi air terlarut yang tinggi, bisa jadi terlihat kondensasi yang mulai terbentuk. Memiliki konsentrasi air yang tinggi dan menambahkan panas akan membuatnya bereaksi seperti ketika meninggalkan botol air hampir kosong di bawah sinar matahari. Panas menarik uap air keluar dari minyak dalam kabut atau awan dan menempelkan uap air ke dinding bagian dalam reservoir tidak terciprat minyak. Saat tingkat kejenuhan naik, kondensasi terbentuk dan akhirnya membentuk tetesan kondensasi yang menunggu menjadi cukup berat untuk meluncur atau menetes ke dalam minyak. Air terlarut inilah yang menyebabkan bagian yang tidak dilapisi oli mulai berkarat, meningkatkan oksidasi dan kontaminasi lebih lanjut di jalan. Sebagai konsentrasi atau saturasi air terlarut membangun, itu akan berubah menjadi air bebas atau emulsi dengan minyak. Air bebas dan air emulsi dapat terbentuk dalam wadah yang sama.

Air Bebas (Free Water)
Kita semua tahu air dan minyak tidak bercampur dengan baik. Air biasanya lebih berat dari pada minyak dan terkadang akan mengendap di dasar bak. Inilah yang kami sebut sebagai air bebas. Air bebas biasanya dalam konsentrasi tinggi karena kebocoran segel poros atau sumber lain dari masuknya air dari luar. Air bebas juga sulit untuk di identifikasi dalam konsentrasi kecil kecuali kita memiliki jendela atau cara untuk melihat minyak di dalam bak. Jika di identifikasi cukup awal, air bebas adalah bentuk termudah untuk dikeluarkan dari bak atau reservoir. Memasang bottom sediment dan water bowl atau column sight glass pada saluran pembuangan adalah cara yang baik untuk mengawasi kontaminasi air secara konstan. Penumpukan air bebas dapat menyebabkan masalah serius, dengan level oli akhirnya terisi dan meluap atau menyebabkan roda gigi sekarang beroperasi dengan air dan oli yang menyebabkan emulsifikasi. Jika air dibiarkan bercampur di dalam minyak, dapat menyebabkan busa dan menjadi tersuspensi di dalam minyak, mengemulsi dan menyebabkan perubahan viskositas yang serius yang kemudian menghasilkan kondisi critical dan akhirnya kegagalan mesin.

Air Emulsi
Emulsifikasi air/minyak terjadi ketika air bebas dan minyak panas diaduk bersama-sama. Minyak dan air menjadi bercampur, menyebabkan peningkatan viskositas, hilangnya film strength oli, kehilangan aditif dan kegagalan pelumas. Viskositas adalah karakteristik fisik yang paling penting dari minyak. Ketika air bebas dibiarkan menjadi emulsi, viskositas akan naik dan mesin akan mulai bekerja lebih keras, menjadi lebih panas dan bagian-bagian mesin akan gagal. Air emulsi hampir tidak mungkin dilawan dengan penyaringan. Penting untuk menangkap masalah selama fase air bebas untuk mencegah emulsifikasi. Kegagalan karena kontaminasi airmungkin merupakan bencana besar, tetapi mungkin tidak segera. Banyak kegagalan yang disebabkan oleh pelumasan sebenarnya disebabkan oleh kontaminasi air yang berlebihan.

Sumber : Machinery Lubrication – NORIA

laboratorium petrolab

Hasil Analisa Meragukan ? Apakah Anda Sudah Mengisi Data Dengan Benar ?

Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam proses sampling untuk used oil analysis adalah kelengkapan data sample. Setelah sample diambil dari equipment/komponen ke dalam botol sample, data sample harus segera diisi dengan lengkap sebelum dikirim ke laboratorium. Biasanya pada label botol sample sudah terdapat data yang harus diisi dan dilengkapi. Jika data tersebut tidak diisi dengan lengkap atau tidak sesuai, maka dapat berpengaruh terhadap hasil evaluasi atau interpretasi data analisa sample tersebut.

laboratorium petrolab

Berikut ini adalah data minimum yang harus ada dan diisi dengan lengkap pada sample used oil analysis :

Equipment ID/Unit Number, harus ditulis konsisten pada label sample, fungsinya untuk membedakan dengan sample lainnya dan juga untuk membuat data sample tersebut terhubung dengan sample-sample sebelumnya.

Unit Make, Model & Component, setiap sample dari equipment tertentu perlu dicantumkan make/brand pembuat equipment tersebut, jenis modelnya dan komponen apa. Beberapa pembuat equipment mengeluarkan condemning limit untuk analisa used oil analysis, sehingga data ini sangat menentukan limit yang digunakan pada report used oil analysis.

Oil Hours & Service Meter Unit, lama masa pakai oli (oil hours) penting untuk menginterpretasi data hasil analisa, baik itu untuk analisa wear metal untuk melihat wear rate dan juga untuk analisa kondisi dan umur pakai pelumas. Service Meter Unit dapat memberikan informasi terkait umur unit dan memberikan data tambahan untuk menginterpretasi hasil wear metal. Contoh untuk equipment baru yang umurnya di bawah 2.000 jam, ketika didapatkan hasil wear metal tinggi, bisa dianggap normal karena kita tahu masih dalam break-in running period.

Oil Brand, Type & Viscosity Grade, salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan jenis pelumas adalah hanya menulis brand pelumas dan viscosity grade-nya saja. Padahal dalam satu brand pelumas, untuk satu jenis viscosity grade saja biasanya memiliki banyak tipe yang berbeda-beda, seperti jenis base oil atau perbedaan performance standard. Penulisan tipe pelumas yang tidak sesuai atau tidak lengkap akan berpengaruh terhadap baseline untuk penentuan limit pada viscosity, TAN dan TBN. Selain itu juga dapat berpengaruh terhadap hasil analisa FTIR, yang mana pengujian tersebut membandingkan spektrum antara sample used oil dengan new oil reference.

Oil Change Status, adanya keterangan status pelumas ini diganti atau tidak pada saat pengambilan sample, dapat membantu dalam menentukan rekomendasi atau action to be taken dari hasil analisa sample tersebut.

Sampling Date, data tanggal sampling dapat membantu penjadwalan pengambilan sample berikutnya dan memonitor leadtime program used oil analysis.

Selain data minimum di atas, beberapa data tambahan juga dapat ditambahkan agar hasil  analisa dan interpretasi data sample lebih tepat, contohnya : kondisi operasi (extreme temperature, humidity, dll.), data oil treatment dan tanggal pengerjaannya (water removal, offline filtration, varnish removal, oil top up, dll.) atau adanya sesuatu yang tidak biasa pada equipment dan perlu dicatat yang berpengaruh terhadap kondisi pelumas.

Open chat
Hello..

Nama : ?
Perusahaan : ?
Kota : ?

Apa yang dapat PETROLAB penuhi akan kebutuhan Bapak/Ibu ?