• Welcome to PETROLAB Services
  • Working Hours : Mon - Fri : 8:00 - 17:00

D100 si Green Diesel, Bahan Bakar Masa Depan ?

D100

Dalam rangka meningkatkan energi bersih, Pemerintah terus mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Setelah B30, pengembangan greenfuel diharapkan dapat menghasilkan D100 (green diesel) atau yang disebut solar hijau. Sebagaimana diterangkan bahwa D100 adalah berasal dari RBDPO (Refine, Bleached and Deodorized Palm Oil) yakni minyak sawit mentah yang diproses di kilang sehingga hilang getah, impurities dan baunya yang kemudian diolah dengan menggunakan katalis merah putih.

Sifat bahan bakar ini sama dengan solar dari minyak bumi. Karena itu D100 pun dapat dibuat campurannya, seperti B20-D25, artinya bahan bakar itu mengandung FAME 20%, green diesel 25% dan sisanya solar minyak bumi.

Dari hasil uji performance menunjukkan bahwa green diesel ini memiliki cetane number 79 dan ini relatif lebih tinggi dari FAME, sulfur content yang rendah, nilai kestabilan oksidasi yang baik, warna yang lebih jernih dan setelah di uji coba (uji performance) gas CO2 yang dilepaskan lebih sedikit dari B100 (FAME). FAME mengandung oksigen dan ikatannya rangkap sehingga masih mengandung air, sementara D100 lebih ramah lingkungan dan kandungan oksigennya kecil, sehingga tidak menimbulkan air.

Hadirnya produk green energy ini menjadi jawaban untuk menyediakan energi ramah lingkungan di Indonesia. Selain itu, kehadiran D100 akan membuat penyerapan produksi minyak kelapa sawit domestik menjadi lebih optimal.

Hanya saja dari segi ekonomi, D100 memerlukan investasi pembangunan kilang khusus sebagai bagian proses hydrotreating minyak nabati, teknologi lebih advance dari proses transesterifikasi biodiesel. Dan secara kebijakan juga memang belum ada kewajiban spesifik mengatur penggunaan D100 baik pada (public service obligation/PSO) atau minyak solar bersubsidi maupun tidak.

Kedepannya, perlu kajian lebih mendalam lagi baik dari sisi lingkungan, ekonomi, sosial maupun logistik terkait D100 ini demi tercapainya industri biofuel di Indonesia sebagai bahan bakar masa depan.

Sumber : Dari berbagai sumber
Leela | Marketing Manager | leela@petrolab.co.id